Di suatu desa tingalah dua saudara kembar fatan dan fatun,mereka berdua tidak suka barang barang murahan,mereka sangat sombong jika ada orang dari desa mereka menolehkan kepala,maklum mereka orang kota yg pindah ke desa.
suatu hari merekaberjalan jalan ke desa sambil melihat lihat keindahan alam,ditangah tengah perjalanan mereka bertemu dua orang anak desa yaitu adhi dan yusup,mereka berdua mencoba mengajak fatan dan fatun pergi ke bukit kampung sebelah.
fatan dan fatun merasa senang karena telah mau diajak berjalan jalan,walaupun mereka baru kenal.Ditengah perjalanan fatan melihat dua lampu minyak milik adhi
fatan'' apa benda yang akmu pegang
adhi''oh! ini lampu miyak milik kakek saya,ini berguna untuk penerang di desa kami
hah lampu minyak ucap ''fatan
fatanpun teratawa terbahak bahak,fatan pikir lampu minyak itu barang murahan yang tidak berguna.
lalu fatanpun menceritakan kepada saudaranya,tak beda dengan fatan,fatunpun tertawa rebahak bahak juga.
sambil tertawa merekapun terus berjalan ke bukit kampung sebelah,satu jam telah berlalu dan merekapun akhirnya sampai di bukit kampung sebelah.tidak terlalu lama ada awan hitam bergemuru mendatangi mereka,mereka tau apa yang akan terjadi.untungnya tidak jauuh dari situ ada rumah kecil tak berpenghuni.akhirnya mereka berlari kesana untuk meneduh.tapisayang di san tidak ada penerangan.
hey'' fatan coba kamu nyalakan hpmu itu,lalu pakai aplikasi lampu sorot ''ucap fatun sambil gelisah.
tidak lama hp fatan melemah dan akhirnya tidak bisa dipakai
huh'' untungnya aku bawa senter mini,walaupun ukurannya kecil tapi sangat terang ''kata fatun dengan sombong.
tapi nasib fatun sama seperti fatan.
eh'' eh'' kenapa ini kok mati ''ucap fatun dengan gelisah.
fatan dan fatun sangat takut karena gelap dan jauh dari rumah.lalu mereka melihat dua penerang yang asalnya dari adhi dan yusup.dan ternyata dua penerang itu adalah lampu minyak mereka.
fatan'' wah itukan lampu minyak!
ah palingnya lampu itu akan mati'' ujar fatun dengan sombong.
satu jam mereka disana dan lampu itu belum mati,hangga akhirnya hujanpu reda.
hore kta bisa pulang''ucap fatan dengan gembira.
akhirnya mereka senang karena tidak ada lagi kegelapan dan secara ajaib
mereka menyukai lampu minyak itu,karena telah menemani mereka di saat kegalapan tiba.mereka meminta ma'af kepada adhi dan yusup,karena telah menertawai lampu minyak mereka.dan mereka sadar bahwa barang murahan tak semuanya jelak tapi terkadang bermanfaat.dan semenjak itu mereka tidak lagi sombong seperti dulu.
TAMAT
CERITA KHAYAL DARI: SUKMA IRAWAN
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar